Tentang Dia yang Tak Pernah Usai

 Hai, apa kabar Kamu?

Ya Kamu lelaki yang pernah membersamaiku di gerbong kala itu. Semoga Kau baik-baik saja. Terimakasih pernah singgah. 

Mungkin Kamu tahu bahwa aku butuh tapi aku sadar Kau tak pernah utuh. Kita bermula dari kesalahan yang mungkin tak bisa dibenarkan oleh sebagian orang. Hanya aku saja mungkin yang kini berharap kita dibenarkan oleh takdir.  

Diam-diam aku ini merindukanmu lhoo

Rinduuuuu sekali. Rindu saat kita bermain meski berjauhan. Aku yang seringkali kalah saat kita ngegame tengah malam. Rindu saat bertukar suara saat kita sama-sama meneguk air, bahkan ketika aku kentut saat kita tersambung di waktu hening. Aku rindu tawamu, aku merasa nyaman dengan itu. Apa Kamu tak rindu aku ? Iyuhh sekali rasanya bertanya seperti ini. Maluu 🙈 

Kau pernah bertanya kepadaku "Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu merindukan seseorang?" 

Dengan gamblangnya aku menjawab "Aku akan menghubunginya,menanyakan kabarnya dan mengatakan bahwa aku merindukannya" Dan kini aku sadar ternyata jawaban yang aku lontarkan adalah salah karena detik ini juga aku merindukanmu, tapi aku tak sanggup untuk mengutarakannya. Rindu itu tidak akan pernah hilang jika tidak dituntaskan dengan pertemuan.

Heiiiiii (greget) , kita pernah dekat sekali lhooo, sebelum akhirnya memilih diam dan seperti tak saling kenal. Kenapa Kamu begitu ? Terbukalah, dan katakan apa salahku ? 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Kasih Judul Overthinking